Jakub Kroustek, kepala tim analisis ancaman kejahatan siber
Avast, memprediksi akan ada serangan dari malware Adylkuzz. Namun, dia tidak menjelaskan kapan dan di
mana serangan itu dimulai.
Sekadar informasi, Adylkuzz adalah malware cryptocurrency miner, yang
berarti akan menguras uang digital dari pemilik komputer yang disusupinya.
Jadi, bukan menyandera data dan meminta tebusan.
"Malware ini memanfaatkan data yang ada di komputer pengguna," kata
Kroustek, seperti dikutip dari laman berita Phone Arena.
Menurut Kroustek, serangan Adylkuzz diperkirakan akan lebih tinggi ketimbang
WannaCry dan lebih mematikan. Sebab, malware ini akan menonaktifkan server
message block komputer yang diinfeksi. Dampak serangan Adylkuzz terhadap
komputer yang diinfeksi adalah performa komputer yang menurun.
"Perangkat ponsel pintar bukan menjadi target Adylkuzz, karena botnet
menginfeksi dengan menggunakan exploit Windows yaitu DoublePulsar dan
EternalBlue," kata Kroustek. Adylkuzz bukanlah ransomware namun
memanfaatkan komputer yang terinfeksi untuk melakukan mining mata uang digital
sehingga tidak ada biaya tebusan yang diminta.
Jadi, Kroustek menambahkan, hal yang harus diperhatikan untuk mengantisipasi
serangan Adylkuzz adalah tetap selalu menaikkan versi Windows dan rajin back up
data. "Ini bisa menghindari kita dari serangan malware Adylkuzz," kata Kroustek.





0 komentar:
Posting Komentar