Berjuluk RacerX, drone ini
baru-baru ini masuk Guinness World Record dengan kecepatan 179,9mph (80,4 meter
per detik), meskipun beratnya hanya 800 gram. Drone-drone yang tersedia secara
komersial, seperti DJI Phantom 4, hanya terbang hingga 44,7 mph (20 meter per
detik).
Prototipe pertama dari drone itu terbakar ketika mencapai titik akselerasi
tertingginya. Namun, model terakhir drone itu, yang diterbangkan di Cunningham
Park di Queens, New York, mencatat kecepatan tersebut.
Drone Racing League (DRL) mencatat rekor itu menggunakan quadcopter yang
dikendalikan remote bertenaga baterai yang dirancang khusus. Drone itu buatan
tangan dari Direktur Produk DRL, Ryan Gury, dan tim insinyur DRL.
"Kami senang menempatkan teknologi eksklusif untuk tes ini. Kami fokus
pada kecepatan dan mendorong batas-batas desain drone di DRL," kata
Nicholas Horbaczewski, CEO dan Pendiri DRL, akhir pekan lalu.
"Catatan rekor RacerX merupakan puncak dari tahun-tahun inovasi teknologi
oleh tim insinyur kelas dunia, dan kami sangat bersemangat untuk meluncurkan
drone balap tercepat di bumi," tambahnya.
Untuk mencetak rekor itu, drone tersebut membutuhkan terbang bolak-balik melintasi
jalur sepanjang 100 m, dengan catatan resmi ditetapkan sebagai rata-rata
kecepatan tertinggi yang dicapai pada setiap penerbangan itu.
Pada tahun 2017 DRL menggelar serangkaian enam balapan global, Allianz World
Championship, yang akan disiarkan di ESPN, Sky Sports, ProSiebenSat.1 Media SE,
Disney XD, OSN dan saluran siaran terkemuka lainnya di seluruh dunia.
Didirikan oleh Nicholas Horbaczewski pada 2015, DRL adalah sebuah perusahaan
swasta yang berkantor pusat di New York City. Dalam berbagai balapan itu
perusahaan menggunakan DRL Racer3, sebuah drone custom
yang dapat terbang dari 0 hingga 80 mph dalam waktu kurang dari satu
detik.





0 komentar:
Posting Komentar